Dimulai dari Nol, 10 Pengusaha Ini Jadi Milioner

 

10 pengusahan ini, memulai karir bisnisnya dari Nol. Kini mereka berhasil menjadi milioner ternama di dunia. Dilangsir dari mokapos.com, berikut 10 nama pengusaha sukses, beserta kisahnya. Diantaranya orang Indonesia.

Selamat membaca, semoga bermafaat.

1.Jeff Bezos


Jeff Bezos adalah pria asal New Mexico yang juga telah memulai tren e-commerce dengan inovasi luar biasanya. Sejak masa kecilnya, pria lulusan Universitas Princeton ini sudah mulai tertarik dengan dunia teknologi dan elektro.

Untuk memperdalam pengetahuannya, ia pun mengambil jurusan teknik elektro di salah satu Universitas ternama di dunia.

Pada saat ia lulus, Jeff menerima penghargaan cum laude dengan penghargaan prestasi Phi Beta Kappa serta Tau Beta Pi. Namun dalam menjalani pendidikannya, pengusaha ini tidak mengandalkan uang orang tuanya sendiri.

Pada saat kuliah, ia bekerja juga di McDonald sebagai staff bagian dapur untuk memenuhi kebutuhan hariannya.

Dengan pekerjaan ini, Jeff sudah mulai mengetahui mengenai demand dari para pelanggan yang akhirnya diaplikasikan dalam bisnis yang ia mulai pada tahun 1995 yaitu Amazon.

Dengan bermodalkan uang tabungan dari karirnya yang dulu beserta dengan bantuan ibu dan tekad yang kuat, ia pun memulai bisnis yang sekarang sudah bernilai lebih dari 117 triliun Dolar AS.

2.Ciputra


Pengusaha yang bernama Tjie Tjin Hoan tidak datang dari keluarga yang bergelimang harta. Pada saat ia berumur 12 tahun, ayahnya dipenjara oleh anggota gerakan anti-Jepang yang mengira bahwa ia adalah bagian dari penjajah. Naasnya, ayahnya juga meninggal pada saat dipenjara.

Dengan situasi ini, Ciputra harus membantu ibunya untuk mengurus ternak yang dimiliki mereka untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari.

Kondisi kehidupan yang kurang menguntungkan ini tidak membuat Ciputra patah semangat untuk mengejar cita-cita. Ia bisa menyelesaikan pendidikan tingginya di Institut Teknologi Bandung (ITB) dengan jurusan Arsitektur.

Setelah lulus, ia bersama beberapa rekannya mendirikan bisnis yang bernama PT. Daya Cipta yang bergerak dalam dunia architect consultation.

Ciputra bersama dengan rekannya pindah ke Jakarta dengan harapan mendapatkan proyek pemerintah Jakarta yang besar. Usaha yang keras membawa Ciputra kepada kesuksesan.

Pemerintah DKI Jakarta akhirnya mempercayai jasanya untuk menjalankan beberapa proyek seperti pembangunan pusat perbelanjaan, bahkan proyek besar seperti pembangunan Taman Impian Jaya Ancol dan kota mandiri Bintaro Jaya.

3. Mark Zuckerberg


 

Sosok pria yang satu ini adalah Founder dan CEO dari salah satu perusahaan transportasi online di Indonesia, Gojek.

Perusahaan yang fokus untuk menyediakan para konsumennya dengan aplikasi Ojeg Online (ojol) didirikan oleh Nadiem pada tahun 2010.

Latar belakang yang dimiliki oleh lulusan Magister Bisnis Administrasi di Universitas Harvard ini juga sangat mulia. Nadiem ingin memperbaiki sistem transportasi di Indonesia.

Awal mula dari usahanya pun tidak gampang. Dengan hanya memiliki 20 driver yang dapat menjalankan bisnis ojek ini, Nadiem berusaha untuk menjalankan bisnis ini. Alhasil, dengan ketekunan dan kerja kerasnya, sekarang Gojek adalah salah satu perangkat lunak penyedia transportasi yang selalu digunakan oleh masyarakat Indonesia.

4. Nadiem Makarim


 

Sosok pria yang satu ini adalah Founder dan CEO dari salah satu perusahaan transportasi online di Indonesia, Gojek.

Perusahaan yang fokus untuk menyediakan para konsumennya dengan aplikasi Ojeg Online (ojol) didirikan oleh Nadiem pada tahun 2010.

Latar belakang yang dimiliki oleh lulusan Magister Bisnis Administrasi di Universitas Harvard ini juga sangat mulia. Nadiem ingin memperbaiki sistem transportasi di Indonesia.

Awal mula dari usahanya pun tidak gampang. Dengan hanya memiliki 20 driver yang dapat menjalankan bisnis ojek ini, Nadiem berusaha untuk menjalankan bisnis ini. Alhasil, dengan ketekunan dan kerja kerasnya, sekarang Gojek adalah salah satu perangkat lunak penyedia transportasi yang selalu digunakan oleh masyarakat Indonesia.

Bahkan, Nadiem mengembangkan layanan yang disediakan Gojek agar lebih diverse seperti GoFood, GoPay, GoPlay, dan lainnya. Bahkan, pengusaha berusia 35 tahun ini sekarang bisa membuat Gojek sebagai bisnis unicorn pertama di Indonesia. Kini kesuksesannya pun bertambah, setelah dipercayakan Presiden RI H.Joko Widodo, untuk menjadi Medikbud RI priode 2019 – 2024.

5. Chairul Tanjung

 

Chairul Tanjung adalah seorang pengusaha besar di Indonesia yang telah sukses membangun CT Corp, Holding Company yang membawahi beberapa perusahaan ternama seperti Trans TV.

Bisnis yang dirintis oleh sosok yang lahir pada 16 Juni 1962 ini sudah sangat berhasil. Total kekayaan darinya adalah 4.9 miliar Dolar AS. Dibalik kesuksesan ini, ada sebuah perjuangan yang dilakukan oleh konglomerat kelahiran Jakarta ini.

Setelah lulus dari kuliah, Chairul sadar bahwa dunia kedokteran bukanlah karir yang ingin dia jalani, dan dia lebih memilih untuk menjalani bisnis yang lebih besar lagi.

Ia pun sempat mencoba untuk membuka dua usaha, yaitu bisnis kontraktor dan bisnis pabrik sepatu. Sayangnya, kedua usaha tersebut gagal di tengah jalan. Namun, ini tidak menghentikan semangat Chairul untuk menjadi seorang pebisnis.

Akhirnya, pada tahun 1987 ia memulai usaha konglomerasinya yang dinamai Para Group. Setelah itu, kesuksesan pun datang secara perlahan namun pasti.

Pada tahun 2011, Para Group berubah nama menjadi CT Group. Setelah perjuangan yang cukup panjang dan kegagalan yang meraup banyak kerugian, tekad dari Chairul Tanjung untuk selalu berusaha  menjadi seorang pebisnis, membentuknya menjadi pengusaha sukses.

6. Kevin Plank

                                                    

Kevin Plank adalah penemu dari bisnis pakaian olahraga Under Armour. Awal dari ide bisnis ini datang pada saat ia berpartisipasi dalam lomba football, dimana ia merasa bahwa ada alternatif yang lain yang bisa dipakai pada saat berolahraga.

Dalam memulai usahanya, ia harus mengeluarkan semua tabungannya dan harus berhutang sebesar 40.000 dolar AS untuk memulai bisnisnya.

Pada saat ia mengawali bisnisnya di tahun 1996, ia hanya mendapatkan untung sebesar 17,00 Dolar AS. Keuntungan ini tidak dapat menutupi uang modal yang telah ia keluarkan.

Namun, pada tahun 1997 Plank dapat menjual pakaian-pakaian olahraga yang diproduksinya kepada tim-tim football di NFL.

Setelah itu, Plank sudah berhasil menjual milyaran potong dari baju olahraga Under Armour. Sekarang Kevin Plank telah berhasil membuka lebih dari 2,500 toko di seluruh dunia dan memiliki nilai net sebesar 2.1 milyar Dolar AS.

7. Michael Dell

                                                           

Pengusaha yang satu ini adalah founder dari perusahaan komputer yang bernama Dell. Pasti Anda sudah cukup familiar nama brand yang satu ini, bukan? Michael tidak memiliki awal bisnis yang mewah.

Sebelum menjadi pebisnis yang sukses, pria yang berumur 54 tahun ini hanyalah seorang pencuci piring di rumah makan yang menyediakan chinese food.

Setelah menjadi seorang pencuci piring, ia pun menjalani pekerjaan sebagai penyaring data pelanggan baru di koran Houston Post. Namun, Michael sangat ingin untuk membuka bisnis komputer karena dia sangat suka dengan dunia teknologi.

Dengan tekad yang kuat, akhirnya dia bekerja keras untuk mencari dana awal bagi rencana bisnis yang dia ingin jalankan. Setelah terkumpulkan uangnya, akhirnya dia membeli beberapa sistem komputer yang ia butuhkan untuk membuat model pertama dari komputernya.

Selain permasalah uang, Michael dihadapi dengan keinginan kedua orangtuanya yang menginginkan dia menjadi ahli obat-obatan.

Dengan penjelasan yang baik, akhirnya orangtua Michael setuju dengan pilihan karirnya. Lihatlah sekarang, usaha yang ia mulai sudah memiliki total net worth senilai 35 miliar Dolar AS.

8. John Paul DeJoria

 

                                                  

Sebelum menjadi pengusaha produk rambut yang sukses, John Paul DeJoria adalah sosok yang memiliki pekerjaan serabutan. Setelah selesai mengabdi di angkatan laut AS, dia menekuni beberapa kerjaan serabutan.

Dari pekerjaan mengantar koran, tukang bersih, hingga menjadi sopir truk pun ditekuninya agar bisa mendapatkan makanan. Bahkan, pria berumur 75 tahun ini pernah tinggal di dalam mobilnya karena tidak sanggup membeli tempat tinggal dan menjadi tunawisma.

Pada suatu hari dia pergi menata rambutnya di suatu salon dan bertemu dengan seorang penata rambut yang bernama Paul Mitchell.

Tertarik dengan produk yang digunakan oleh Paul, John akhirnya memanggilnya untuk kerja sama membangun usaha produk rambut, Paul Mitchell.

Sekarang, perusahaan yang diubah namanya menjadi John Paul Mitchell sudah memiliki net worth sebesar 2.3 miliar Dolar AS.

9. Bob Sadino

 

                                                     

Bob Sadino, atau yang bernama lengkap Bambang Mustari Sadino adalah salah satu pengusaha sukses ternama di Indonesia.

Sebelum meraih kesuksesannya tersebut, almarhum Bob Sadino tentu saja mengalami jatuh bangun dalam menjalankan usahanya. Berawal dari pegawai biasa selama 9 tahun, ia akhirnya memutuskan untuk berhenti dari pekerjaannya dan memutuskan untuk menjadi pengusaha.

Usaha pertamanya adalah bisnis penyewaan mobil. Ia hanya bermodalkan satu mobil yang ia supiri sendiri. Namun, nasib malang menimpa. Ia sempat mengalami kecelakaan dan akhirnya bisnis tersebut berhenti di tengah jalan.

Ia pun sempat beralih menjadi buruh bangunan hingga pada akhirnya menemukan peluang usaha yang cukup menguntungkan.

Dengan berhutang modal kepada tetangganya, ia menjual telur ayam negeri dari pintu ke pintu. Karena kegigihan dan keuletannya, akhirnya kerja kerasnya tersebut membuahkan hasil.

Bob Sadino pun sukses mendirikan supermarket yang menjual produk-produk peternakan dan pertanian yang bernama Kem-Chicks.

10. Steve Jobs

 

                                                  

Sosok yang terakhir ini mungkin sangat familiar bagi Anda yang tahu ataupun menggunakan gadget iPhone. Namun, kesuksesannya tidak diawali dengan mudah.

Steve adalah anak angkat yang diadopsi oleh Paul dan Clara Jobs, dan bisa dibilang dulunya adalah pasangan yang kurang mampu.

Dalam pendidikannya pun, Steve tidak pernah menyelesaikan kuliahnya di Reed College di Oregon. Ia pun harus melakukan beberapa hal untuk bertahan hidup, seperti tidur di lantai kamar temannya, menjual botol-botol bekas, bahkan memakan makanan gratis dari suatu vihara.

Walaupun kondisi yang dialami oleh Steve sangat menyedihkan, itu tidak menjadi penghalang baginya untuk memulai bisnis gadget-nya.

Akhirnya, pada tahun 1976 Steve Jobs bersama dengan rekan sekaligus sahabat Steve Wozniak memulai bisnis yang dinamakan Apple. Sekarang, net worth dari usaha yang dibangun dari garasi belakang rumah Steve ini sudah mencapai 1 triliun dolar AS.

 

 

Posting Komentar